Selama Kekayaan Alam Dirampas Asing Indonesia Akan Terus Miskin

Kenapa Pesawat dan Helikopter TNI Indonesia sering jatuh sehingga lebih dari 150 orang tewas di tahun 2008-2009?
Kenapa 11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar atau gizi buruk?
Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)?
Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi Negeri justru mahal dan tidak terjangkau bagi rakyat miskin?

Diskusi dengan Faisal Basri tentang Neoliberalisme dan Privatisasi

Berikut adalah diskusi saya dengan pak Faisal Basri di milis Forum Pembaca Kompas tentang Neoliberalisme dan Privatisasi:

Terimakasih pak Faisal Basri atas tanggapannya

“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” [UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3)]

Parpol dgn Ekonomi Rakyat VS Kapitalis Neoliberalis – Gerindra Ajukan Sosialisme

Terlepas dari Prabowo yang orangnya mungkin agak emosional, namun boleh dikata Gerindra memang mengusung ekonomi rakyat yang mengandalkan kemandirian Indonesia.

Arab Saudi dan Venezuela Nasionalisasi Perusahaan Minyak. Kapan Indonesia?

Di Ensiklopedi MS Encarta dengan topik “Saudi Arabia” dan “Venezuela” dijelaskan bahwa kedua negara tersebut Menasionalisasi perusahaan minyak yang ada di sana. Pengambil-alihan perusahaan ARAMCO (Arabian American Oil Company) oleh pemerintah Saudi terbukti meningkatkan pendapatan negara sangat besar. Begitu pula Venezuela. Padahal SDM di kedua negara tersebut sangat terbatas. Arab Saudi bahkan kerap meminta tenaga kerja dan juga tenaga ahli ke Indonesia.

Ibu dan Anak Tewas Usai Mencari Kayu Bakar

Tak mampu membeli gas dan minyak tanah yang harganya terus meroket, nyonya Sawiyah 48 tahun dan anak bungsunya tewas tenggelam di kolam bekas galian usai mencari kayu bakar.
Tak seperti pemerintah Venezuela yang tidak tunduk pada “Pasar” dan menjual bensin hanya Rp 460/liter pada rakyatnya, Pemerintah Indonesia tak mampu menahan kenaikan harga minyak tanah dan gas. Akibatnya harganya terus meroket sehingga sebagian ibu tidak mampu lagi memasak dengan minyak tanah dan gas. Mereka terpaksa harus mencari kayu bakar meski dengan resiko kematian.

GD dan Amien Rais Deklarasikan Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPKN)

Sejumlah tokoh nasional mendeklarasikan Komite Penyelamatan Kekayaan Negara (KPKN). Mereka bertujuan menyelamatkan kekayaan negara yang dinilai salah urus. Tampak Amien Rais, Abdurahman Wahid, dan Hidayat Nur Wahid, dalam pertemuan itu.

USAID Buat Draft UU MIGAS 2000: Indonesia Dijajah AS?

Berikut adalah dokumen USAID (United States Agency for International Development, Lembaga Pemerintah AS) tentang “Penguatan Pengaturan Bidang Energi” di Indonesia yang menunjukkan campur tangan pemerintah AS mengenai sektor energi Indonesia.

Download Revisi File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM” dan Penjajahan Kompeni

File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM” ternyata menyebar ke mana-mana. Bahkan ada yang mengaku tinggal di AS sampai menerima 2 kali dari pengirim berbeda.
Namun beberapa saat kemudian saya merasa file tersebut ada kekurangannya. Terlampau kasar (mungkin karena kemarin masih sangat emosi) dan terlalu condong kepada satu versi: versi Kwik Kian Gie.
Secara matematis memang dengan jumlah konsumsi minyak 1,2 juta bph (barrel/hari), produksi 1 juta bph, dan impor 0,2 juta bph dengan biaya produksi US$ 15/barrel, harga jual US$ 77/barrel dan harga minyak Internasional US$ 125/barrel Indonesia harusnya untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8 Trilyun/tahun(1 barrel=159 liter dan 1 US$ = Rp 9.200). Anda juga bisa menghitung sendiri dengan spreadsheet/kalkulator anda.

Download File Presentasi Solusi Hemat BBM, Listrik, dan Energi Terbarui

Harga BBM kian meroket dari US$ 20/barrel di tahun 2002 menjadi US$ 138/barrel di tahun 2008. Bahkan seorang “Pelaku Pasar” memperkirakan akan naik hingga US$ 200/lebih. Artinya harga bensin bisa naik hingga Rp 12.500/liter lebih.

Jika anda naik mobil dengan rasio 1:10, maka untuk setiap km anda harus mengeluarkan uang Rp 1.250 untuk BBM. Padahal [...]

Download File Presentasi “Tak Ada Subsidi BBM!” Gratis

Berikut adalah file presentasi “Tidak Ada Subsidi BBM!” yang berisi berbagai informasi keliru tentang BBM.
Sebagai contoh orang mengira Pemerintah menanggung rugi hingga Rp 123 trilyun per tahun jika harga BBM tidak naik. Padahal kenyataannya pemerintah dengan harga minyak Internasional mencapai US$ 125/barrel tetap untung Rp 165 trilyun per tahun jika manajemennya benar karena impor sebenarnya kurang dari 20% kebutuhan minyak kita. Sisanya bisa ditutupi dengan produksi dalam negeri.
Kemudian Pemerintah selalu menganggap rakyat Indonesia boros BBM. Berbagai iklan di televisi selalu menyuruh rakyat hemat. Kenyatannya pemakaian BBM di Indonesia menempati urutan 116 di bawah negara Afrika seperti Namibia dan Botswana.