Penghematan/Efisiensi Laboratorium Komputer dan Bahasa di Sekolah dengan NComputing

Meski sekolah-sekolah yang menggunakan laboratorium komputer dan bahasa umumnya mempunyai dana yang cukup besar, tapi banyak juga yang keuangannya pas-pasan. Sehingga biaya operasional yang besar dirasa cukup berat. Sebagai contoh jika di laboratorium ada 20 komputer di mana masing-masing komputer mengkonsumsi listrik sekitar 270 watt (CPU 200 watt dan monitor 70 watt), maka seluruh komputer tersebut mengkonsumsi listrik 5400 watt.
Padahal ini bisa dihemat dengan alat seperti Ncomputing (www.ncomputing.com) sehingga CPU yang wattnya bisa mencapai 200 Watt lebih jadi hanya sekitar 5 watt saja. Artinya untuk 20 komputer pemakaian listriknya bisa turun hanya 1500 watt saja. Belum biaya lisensi software dan sebagainya.

Olimpiade Sains Dunia: Pelajar Indonesia Raih Medali Emas

Umumnya 95% lebih dari karyawan perusahaan MNC yang ada di Indonesia adalah putra-putri Indonesia. Pekerja di sektor gas Indonesia juga banyak ditarik oleh perusahaan gas Qatar: Qatargas. Para pelajar Indonesia Indonesia juga meraih medali emas dalam Olimpiade Sains dunia untuk Kimia dan Fisika. Begitu pula medali perak dan perunggu.

Biaya Sekolah yang Mahal – Uang Buku Rp 1 Juta/Semester

Biaya masuk SD cukup memberatkan bagi orang tua yang penghasilannya pas-pasan. Sebagai contoh anak saya yang masuk SD Swasta dengan level menengah harus membayar uang masuk sekitar Rp 1 juta. Ini ditambah lagi uang buku sebesar Rp 700 ribu/tahun di mana sekolah mendapat komisi 30% dari penerbit buku. Jadi total Rp 1,8 juta lebih dengan uang iuran bulanan Rp 130 ribu.

Universitas Mana yang Baik dan Murah?

Dengan program Privatisasi/Swastanisasi Perguruan Tinggi Negeri, jika dulu untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri cukup murah (tahun 1998 uang masuk dan semester sekitar Rp 200 ribu), maka sekarang uang masuknya saja bisa mencapai Rp 5-25 juta. Belum uang semester yang bisa mencapai Rp 7,5 juta. Jadi jika anda kuliah S1 selama 4 tahun, anda bisa mengeluarkan sampai Rp 85 juta. Jika anda punya 4 anak yang kuliah, biaya kuliah anak anda total Rp 180 juta. Cukup buat modal bikin perusahaan! Bahkan di Kompas disebut biaya masuk PTN sampai Rp 100 juta.

Agar Sekolah Terjangkau oleh Rakyat Kecil

Saat ini biaya pendidikan begitu tinggi sehingga banyak anak yang tidak sekolah. Untuk masuk ke SMU Negeri uang masuk mencapai Rp 3-7 juta dan SPP antara Rp 100.000-500.000.

Jumlah pelajar dari SD hingga Mahasiswa di Indonesia sekitar 50 juta orang. Dengan anggaran pendidikan sekitar Rp 44,1 trilyun, per siswa mendapat sekitar Rp 73 ribu/bulan. [...]

Anak SD Bunuh Diri Karena Lapar

Baru-baru ini saya membaca tulisan anjuran kaya dari seorang ustad yang terkenal. Di antaranya ustad tersebut beralasan dengan jadi kaya kita bisa hidup enak, makan makanan yang enak, mobil mewah, bahkan pesawat jet pribadi.

Di sisi lain banyak rakyat di negara kita yang bunuh diri karena miskin (lihat www.infoindonesia.wordpress.com). Seharusnya niat kita mencari rezeki adalah [...]

Di Zaman Pak Harto, Kita Tak Pernah Antre Beli Minyak..

Haji Muhammad Soeharto telah meninggal. Kematiannya cukup kontroversial. Ada yang menghujat, ada juga yang memujinya. Terlebih dengan berbagai kasus korupsi para kroni-nya yang hingga kini belum tuntas. Memang banyak kebijakan yang kurang baik seperti kekerasan yang dipakai pada warga Tanjung Priok atau penggusuran tanah serta kasus korupsi KLBI/BLBI yang merugikan negara hingga sekitar Rp 640 [...]

SMU Mana yang Banyak Preman dan Sering Tawuran?

Ketika kerja di daerah Blok M dan sholat jum’at di Mall Blok M Plaza yang berada di samping satu sekolah, hampir tiap Jum’at sekolah yang di samping itu tawuran terus. Hebatnya tawuran sering berlangsung justru saat orang lagi sholat. Suara ribut terdengar hingga ke lantai atas di tempat orang sholat.

Anak SD Bunuh Diri Karena Tak Mampu Bayar SPP

Janji pendidikan murah atau gratis bagi yang tidak mampu, tak pernah terlaksana, atau tak bisa dinikmati oleh seluruh rakyat miskin. Akibatnya, banyak anak SD dan juga orang tua yang bunuh diri karena tak mampu membayar SPP.
Inilah akibat privatisasi pendidikan yang kebablasan. Semua harus mendatangkan uang, tak peduli rakyat miskin bunuh [...]