Siapa Bilang Swasta Tidak Bisa Rugi atau Bangkrut?

Banyak orang berkata bahwa jika BUMN diprivatisasi jadi perusahaan Swasta, maka akan lebih baik. Karena Swasta menggunakan dananya sendiri, maka mereka jadi lebih hati-hati. Begitu alasannya.

Namun pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena kalau perusahaan tersebut menengah kecil, mungkin masih murni memakai uang sendiri. Tapi umumnya perusahaan swasta menengah atas, apalagi asetnya sudah sampai trilyunan rupiah [...]

Bank Syariah – Lebih dari Sekedar Bank!

Alhamdulillah saat ini telah berkembang banyak Bank-bank Syariah. Bukan hanya pemain lama seperti Bank Muamalat, namun Bank-bank yang sebelumnya bergerak di bidang Bank Konvensional pun sekarang membuka divisi Bank Syariah seperti Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, Bukopin Syariah, dan sebagainya. Bahkan Bank-bank kelas dunia seperti Standard Chartered dan Citigroup pun membuat Bank Islam!

Dari Wikipedia disebutkan [...]

Kritik untuk Chatib Basri: NEOLIBERALISME MEMANG ADA!

Terlepas dari Capres “X” Neoliberalis atau tidak, mari kita lihat Neoliberalis itu seperti apa. Ini bukannya untuk menjatuhkan, karena Neoliberalisme saat ini seperti barang najis yang tidak seorang pun mau disebut Neoliberalis karena Neoliberalisme terbukti telah menyebabkan dunia jatuh dalam Krisis Global.

Apa itu Neoliberalisme?

Neoliberalisme adalah paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.

Memperkuat Rupiah dengan Koin Emas Rupiah

Tanpa Mata Uang yang kuat, Indonesia akan terus kena krisis keuangan dan seluruh rakyat Indonesia akan terus termiskinkan. Tahun 1946 1 US$ hanya Rp 1,88. Sedang sekarang 1 US$ 12.000. Jadi nilai rupiah turun hingga 6.000 kali lipat lebih (600.000%!).