Alhamdulillah Indonesia, via PT Pindad bekerjasama dengan BPPT dan Dephan berhasil membuat Panser sendiri. Jika beli dari luar negeri, seperti Perancis, harganya bisa mencapai 500.000 Euro atau sekitar Rp 7,5 milyar. Itu pun kalau tidak diembargo. Namun dengan membuat sendiri, harganya bisa ditekan hanya separuhnya saja. Sehingga untuk pembuatan 200 panser, bisa dihemat uang sebesar Rp 750 milyar. Padahal dengan jumlah penduduk 240 juta, Indonesia minimal memiliki 4.000 panser.
Panser tersebut bisa melaju hingga kecepatan 90 km/jam dan kemiringan sampai 45 derajad.
Pansernya pun ke depannya bisa berjalan di air.
Pagi Ini, Panser Pindad Masuk Dephan
PT PINDAD

Selasa, 7 Juli 2009 | 00:33 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com – PT Pindad menyelesaikan pembuatan 40 unit panser APS 6×6 pesanan pemerintah. Kendaraan tempur itu akan diserahterimakan kepada Departemen Pertahanan Selasa (7/7).
Rencananya serah terima panser untuk memperkuat Alutsista Indonesia itu akan disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kompleks PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung.
“Penyerahan panser besok merupakan tahap kedua, Februari lalu sudah diserahkan sebanyak 20 Panser lainnya,” kata Kepala Humas PTDI, Timbul Sitompul di Bandung.
Dengan demikian, PT Pindad hingga awal Juli 2009 ini telah menyelesaikan sebanyak 60 unit panser dari total Panser 6×6 dan panser pengintai pesanan pemerintah sebanyak 154 unit.
Timbul menyebutkan, sisa pesanan itu akan diselesaikan hingga akhir 2010 mendatang. Sementara total nilai kotrak pengadaan Panser itu senilai 1,1 miliar dollar AS. “Panser itu akan digunakan oleh TNI, namun distribusinya akan dilakukan oleh Dephan,” kata Timbul.
Panser 6×6 APS itu merupakan panser pengangkut yang bisa dipasangi dua jenis senjata api berat di bagian depan dan belakang. Selain itu juga dilengkapi dengan teknologi komunikasi yang cukup handal untuk diturunkan di medan tugas.
Menurut Timbul, kontrak pengadaan panser dengan Dephan RI merupakan yang pertama kalinya dilakukan. PT Pindad sendiri berupaya maksimal memproduksi panser dalam jumlah besar.
Panser APS itu, dirancang dengan bodi terbuat dari besi baja yang tahan ledakan serta dengan teknologi mesin Renault dan gearboks dari Eropa.
Pesanan panser itu, merupakan salah satu realisasi dari program pengadaan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) buatan dalam negeri sekaligus optimalisasi BUMN strategis di dalam negeri.
Sementara itu, di samping akan menyerahkan 40 unit Panser pesanan Dephan, di Kompleks PTDI juga akan digelar “Gelar Teknologi Hankam”. “Pindad akan memamerkan seluruh produk mulai dari panser, persenjataan serta lainnya,” kata Timbul.
Baca selengkapnya di:
http://kompas.co.id/read/xml/2009/07/07/0033349/pagi.ini.panser.pindad.masuk.dephan
Panser 6×6 Pindad
Panser 6×6 Pindad
Kendaraan tempur pengangkut personil (APC : Armoured personal carrier) dengan sistem penggerak 6 roda simetris, dirancang khusus untuk kebutuhan ALUTSISTA TNI-AD khususnya satuan kavaleri Dirancang dan di produksi oleh anak bangsa khusus untuk TNI, Ukuran dan operasional di sesuaikan dengan bentuk tubuh TNI dan doktrin dan taktik tempur TNI sebagai komitmen pindad dalam pemenuhan seluruh alutsista TNI Panser ini dapat mengangkut 10 personil dengan 3 orang kru, 1 driver 1 commander dan 1 gunner. dilengkapi dengan mounting senjata 12,7 mm yang dapat berputar 360 derajat
Baca selengkapnya di:
http://www.pindad.com/prodgul800.php?bahasa=&varkdnews=KFK005
BPPT-PINDAD BERENCANA KEMBANGKAN TANK UNTUK KEBUTUHAN TNI
BPPT berencana mengembangkan kendaraan tempur beroda rantai (tank) pada 2007, setelah berhasil membuat prototipe dan memproduksi kendaraan tempur beroda ban bersama PT Pindad sejak 2004 dan panser Amfibi pada 2006.
“Untuk melindungi kedaulatan negara, TNI memerlukan berbagai jenis alutsista. Dan yang paling penting, alutsista tersebut jika memang mampu dibuat sendiri maka tak perlu lagi mengimpor,” kata Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Surjatin Wirjadidjaja ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.
Tahap awal, pada 2007 BPPT akan melakukan “reverse engineering” terhadap komponen “gear transfercase” yang juga merupakan salah satu komponen utama dari kendaraan tipe track ini.
Sedangkan untuk komponen lain seperti track shoes and links, PT.Pindad bersama mitra industri lain telah mampu membuat sendiri dan mesin penggeraknya menggunakan engine yang dijual dipasar bebas.
Diharapkan pada akhir tahun 2009 BPPT bersama mitra strategis bisa menyelesaikan satu unit prototipe light duty tank dengan berat hampir 15 ton.
Sebelumnya pada 2002, PT Pindad telah memproduksi APR 4×4 yang menggunakan rangka dan mesin (undercarriage) Izuzu 120PS.
Kemudian pada 2004, Pindad bekerjasama dengan BPPT mulai mengembangkan panser yang komponennya lebih menunjukkan kemandirian dengan membuat prototipe panser 6×6 beroda ban yang menggunakan undercarriage truk Perkasa, termasuk engine 220 PS dan transmisi produksi PT Texmaco.
Prototipe ini menjadi cikal bakal PT Pindad mengembangkan panser 6×6 dengan body dan sistim konstruksi monocoque, hingga sistim penggerak roda dan suspensi independen sesuai spesifikasi TNI.
Pada 2006, BPPT dan PT Pindad kemudian mengembangkan panser amfibi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mampu bermanuver bukan hanya di darat, tapi bisa menyeberangi sungai dan danau, sesuai alam Indonesia yang memiliki banyak perairan.
Pengujian prototipe panser Amfibi yang bisa bermanuver di air dengan kedalaman satu hingga dua meter itu akan dilaksanakan awal tahun 2007, ujarnya. Panser ini 80 persen juga sudah menggunakan produk dalam negeri.
Sumber: ANTARA
Baca selengkapnya di:
http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=7468
Dimungkinkan Membangun Alutsista Canggih Lainnya
Pindad Membuat Panser
Sekretaris Jenderal Dephan Letnan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) berbincang dengan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto sambil menunjukkan sistem kemudi Panser APC 6×6 buatan PT Pindad di pabrik perakitan panser Pindad, Jln. Gatot Subroto, Kota Bandung, Sabtu (21/2). Panser APC 6×6 merupakan projek pembuatan panser pertama di dalam negeri.*KRISHNA AHADIYAT/”PR”
Kemandirian dalam industri persenjataan bukanlah hal yang sulit bagi Indonesia. Bagaimana tidak, Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah untuk membangun dan menyediakan kebutuhan sendiri.
Indonesia memang belum bisa membuat pesawat tempur sendiri atau kapal induk dengan persenjataan canggih sendiri. Namun melihat keberhasilan PT Pindad (Persero) membuat kendaraan tempur lapis baja militer terbaru, yaitu panser APC (armoured personnel carrier) 6×6, bangsa Indonesia pantas menggantang optimisme bahwa kemandirian sudah di depan mata. Prestasi ini merupakan kemajuan luar biasa dari suatu kemandirian.
Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (Dephan) Letnan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin seusai melakukan pengujian panser di Pindad, Jln. Gatot Subroto, Kota Bandung, Sabtu (21/2), mengaku bangga dengan panser APC 6×6 buatan Pindad tersebut.
“Berdasarkan spek teknis, panser APC buatan Pindad sudah memenuhi kelayakan operasional. Setelah mencoba dengan melakukan uji fungsi dan kelayakan, panser APC cukup capable dan memenuhi syarat untuk pelaksanaan tugas militer di bawah kendali PBB,” katanya.
Secara data teknis dan berdasarkan pengujian panser APC 6×6 yang menggunakan transmisi otomatis itu dapat melaju dengan kecepatan tertinggi hingga sembilan puluh kilometer per jam dan sanggup melewati jalan dengan kemiringan enam puluh persen dan tanjakan 45 derajat dengan beban penuh.
Panser tersebut memiliki bobot (berat tempur) 14 ton dapat dilengkapi senapan mesin dengan putaran 360 derajat. Selain itu juga mampu mengangkut hingga tiga belas personel dengan seorang driver, seorang commander, dan seorang gunner. Panser ini memiliki enam roda penggerak dengan differential lock dan ban tahan peluru dengan tipe ramflet sehingga panser masih bisa jalan dengan ban kempes selama dua jam dengan kecepatan aman empat puluh kilometer per jam.
Dengan melihat hasil pengujian dan kelaikan, Sjafrie mengatakan, Departemen Pertahanan akan tetap berusaha menjadikan Pindad sebagai salah satu pabrik untuk membangun dan mengembangkan alutsista (alat utama sistem pertahanan) khususnya dalam pengadaan panser. “Bahkan bila melihat perkembangan sekarang, negara lain memungkinkan membeli panser dari Pindad,” ujarnya menambahkan.
Projek pertama
Menurut Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Sudarsono panser APC 6×6 merupakan projek pembuatan panser pertama di dalam negeri karena sebelumnya panser selalu impor. “Desain panser APC 6×6 adalah seratus persen hasil karya anak bangsa dan itu merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” kata Adik.
Pindad memproduksi beberapa panser dengan beberapa tipe. Di antaranya, tipe komando, tipe angkut, dan ambulans. Sedangkan tipe canon yang dilengkapi persenjataaan berat masih dalam tahap pengembangan. “Desain panser Pindad 100 persen mengacu pada referensi dari TNI agar sesuai standar internasional untuk kendaraan operasional tempur,” ujarnya.
Kepala Humas Pindad, Timbul Sitompul mengatakan, APC 6×6 adalah murni buatan Pindad hanya beberapa komponen seperti mesin, transmisi, dan alat elektroniknya masih buatan luar.
Menurut dia, cikal bakal panser APC sebenarnya ada saat Pindad merakit tank Scorpio buatan Prancis. Setelah itu, Pindad kemudian membuat kendaraan water cannon dan membuat kendaraan militer APR (angkut personel ringan) 4×4 (APR1V1) yang digunakan TNI dan Brimob.
“Kemudian tahun 2005, bekerja sama dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Pindad memproduksi prototipe APS (angkut personel sedang) 6×4,” ujarnya
Semenjak pemerintah ingin memberdayakan pemenuhan alutsista melalui industri dalam negeri, Pindad mulai merancang dan memproduksi sendiri prototipe panser APC 6×6. Berdasarkan uji pabrik, uji fungsi, dan uji coba Dislitbang Angkatan Darat, panser tersebut sudah memenuhi standar internasional.
(Krishna Ahadiyat/”PR”/Resty)***
Penulis:
Baca selengkapnya di:
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=61565
DIarsipkan di bawah: Kemandirian Nasional, Prestasi Indonesia | Ditandai: BPPT, Dephan, Panser, Panser Pindad






harusnya memang gt..biar persenjataan indonesia tambah maju
masyarakat indonesia bangga atas karya putra bangsa,agar kelak memenuhi kebutuhan sendiri alut sista, tanpa harus tegantung dgn luar negeri, kita mampu berdiri diatas kaki sendiri,jadi gemah ripah lohjinawi kita upayakan dapat kita kelola, tidak hanya sebagai motto atau sekedar ucapan penghibur anak bangsa. hidup pt pindad, maju dan jalan terus pantang mundur.
saya sangat setuju dan mendukung Pemerintah R.I dan PT. Pindad untuk membuat dan memenuhi kebutuhan alutsista TNI-AD yang memang seharusnya menggunakan buatan dan hasil karya anak bangsa sendiri,, MAJU
Selamat dan turut bangga atas prestasi PT Pindad. Kita memang harus bisa membuat alutsista sendiri sehingga tidak tergantung pada buatang luar negri. Yang harus malu adalah PT DI yang sampai sekarang masih sibuk menyeleaikan masalahnya yang tiada berakhir…sekali lagi selamat dan turut bangga atas prestasi PT Pindad. Ditunggu produksi Tank-nya.
SAYA SANGAT BANGGA,SEBAGAI BANGSA INDONESIA SUDAH MAMPU MEMBUAT PELINDUNG UNTUK NEGARA INI?,SAYA MAU TANYA APAKAH MESIN YA JUGA BUATAN NEGARA KITA,ATAU MESIN YA BELI DARI LUAR NEGERI.
pecapaian kemandirian indonesia untuk membanggun peralatan aset militer berdasar luas wilayah harus cepat dan maksimal dgn kendali mutu ,,,pindad telah ada dalam posisi dan kondisi yang tepat dan ditunggu 2 oleh masarakat indonesia,jayalah pindad dan indonesia cepatlah beradaptasi dgn perkembangan tehnologi terbaru,,,dan hasilkan karyamu sebanyak mungkin utuk menolong rakyat indonesia dari kezoliman bangsa 2 lain,,,doa dari seluruh rakyat indonesia untuk kemajuan pt pindad,,,amien
ALHAMDULILLAH,, Akhirnya Indonesia bangkit dari keterpurukan,, semoga ini cikal bakal Indonesia menjadi bangsa yang maju.. AMIIIIIIIIIN… TERUS BERINOVASI DAN BERKARYA,, KAMI RAKYAT INDONESIA MENDUKUNG DAN TERUS MENANTIKAN TEKNOLOGI-TEKNOLOGI PERSENJATAAN TERBARU BUATAN PINDAD…
indonesia bangsa besar, kt tunjukkan pd dunia bahwa kt bs membuat apapun, berawal dari panser abistu pesawat tempur, kapal induk, kt taklukkan dunia! Biarkan bangsa lain lecehkan dan obrak abrik kt, tp liat nanti kt ganyang mreka. MERDEKA
succes bwt Indonesia…..Lanjutkan perjuanganMu?
majulah indonesiaku,,,,,,,,,,,,,,,,
STOP !!! pembelian alutsista dari luar negeri…kita harus bisa berdikari dan mandiri dlm pengadaan alutsista…biar bagaimanapun bentuknya dan kualitasnya, harsu kita pakai produk kita sendiri agar nantinya ada perbaikian, kalau tdk kita pakai bagaimana bisa diadakan perbaikan ???
Gw abis tamat SMA kuliah di ITB terus kerja di PT PINDAD
ngerancang alutsista buat indonesia dari mulai kapal perang , tank , pesawat tempur , rudal rudal balistik darat ke darat , darat ke udara dll . Semua gw buat ntar . Inget aja nama gw DENDY PERMANA .
PT.DI kan sudah bisa bikin pesawat N 235,sedangkan kita kekurangan pesawat hecules. Suruh aja PT.DI bikin N235 tapi ukurannya sebesar hercules jadi kita ga perlu import atau beli pesawat hercules bekas yg kadang2 spare partnya juga di tahan2 USA.
semoga PT. Pindad dapat membuat negara kita menjadi lebih maju.
kita kembangkan terus produk dalam negri. stop impor iru bisa menghancurkan generasi kita. kalau bisa kembangkan kepesawat tanpa awak. kapal induk
Dibawah ini adalah bukti conto hasil karya anak negeri yang mampu menghasilkan sendiri alutsista untuk pertahanan negri
1. PELURU
peluru produksi PINDAD;
-peluru bomb,BT-250.
-peluru mortar,(mu27-pe),(mu28-pe),(mu 28-as),(mu28-las).
-Amunition cal.38.
-Amunition cal. 12,7 x 99 mm
-type (MU3P),(MU3TJ),(MU3PB),untuk senapan mesin.
-Munisi kal. 5,56 x 45 mm
-Amunition Cal. 7,62 mm
-Amunition cal. 9 mm
2. HELLI
PT.DI mampu memproduksi helikopter sendiri NBO-105,and heli yg diproduksi bersama asing seperti PUMA/SUPER PUMA,BELL,….!!!
3.SENJATA
senjata produksi PINDAD;
-SPM2-V1 Cal. 7.62 x 51 mm
Medium machine gun (GPMG) SPM2-V1 with grooved barrel innovated
-SPM2-V2 Cal. 7.62 x 51 mm
Light version of GPMG, SPM2-V2 with grooved barrel innovated
-senapan ss-1
-senapan riffle SS-2
4.PESAWAT
- pesawat C-130 dan CN-235.
- Sekarang ini PT DI menawarkan dua model pesawat patroli maritim, yakni dari tipe NC-212 yang berkategori ringan, dan CN-235 yang berkategori medium
-
by
adit setiawan
08562896776