Apa itu Neoliberalisme?

Saat ini ramai diberitakan bahwa Capres “X” atau Cawapres “Y” adalah Neoliberalis atau Antek Asing sementara pihak yang tertuduh atau simpatisannya membelanya. Istilah “Neoliberalis” jadi populer sekarang.

Tapi masih banyak orang yang tidak tahu “Apa sih Neoliberalis itu?” Oleh karena itu saya akan mencoba menjelaskannya sesederhana mungkin sehingga orang awam bisa memahaminya.

Baca selebihnya »

Energi Listrik Gratis dari Matahari

Di bawah adalah perusahaan-perusahaan yang menjual pembangkit listrik dengan tenaga matahari (Solar Panel) sehingga kita bisa mendapat listrik gratis selama ada sinar matahari. Dengan cara ini, kita tidak terlalu bergantung dengan listrik PLN yang harus berbayar.

Pembangkit listrik tenaga matahari ini dijual untuk perumahan dan industri.

Baca selebihnya »

Cara Perusahaan Merampok Tanah Rakyat

Inilah cara perusahaan merampok tanah rakyat. Sebuah perusahaan (misalnya perkebunan/agrobisnis) bisa merampok ratusan ribu hektar tanah rakyat dengan mudah. Caranya dengan bantuan Pemda Setempat perusahaan tersebut bisa mendapatkan surat-surat Sertifikat Kepemilikan Tanah meski tidak membeli dari rakyat pemilik tanah tersebut. Sementara rakyat umumnya tidak punya surat tanah karena sertifikat itu mahal apalagi jika luas tanahnya berhektar-hektar.

Nanti aparat hukum yang tidak punya nurani akan membantu untuk menggusur rakyat tersebut. Pembantaian dilakukan jika perlu terhadap rakyat yang menolak digusur sebagaimana yang terjadi pada para petani di Mesuji Lampung.

Pemusatan Kekayaan pada Segelintir MNC = Pemiskinan Massal Warga Dunia?

Pemusatan Kekayaan = Pemerataan Kemiskinan

Pemerasan dan Pemukulan oleh Siswa Kelas 3 di SMAN 70 Jakarta Selatan

Segerombolan Siswa Kelas 3 di SMA 70 terbukti menteror dan memeras juniornya di kelas 1. Bahkan ada yang sampai dirawat di RS. Sementara mantan pengurus Komite Sekolah SMA 70 yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ”Kelas 1 diminta mengumpulkan uang Rp 1 juta, per kelas per minggu. Bagi yang tidak mengumpulkan akan dipukulin. Yang dipukulin itu terutama pengumpul uang kelas 1,” jelasnya.

Jika masih SMA saja sudah bisa jadi Preman/Mafia yang memalak juniornya Rp 1 juta/minggu, bagaimana kalau jadi pejabat? Harusnya siswa penjahat tersebut dikeluarkan saja dari sekolah.

Anehnya Kepala Sekolah kok diam saja? Padahal dengan memasang CCTV dan menerima laporan dari orang tua murid dan murid yang diperas/dipukul, mereka bisa mengeluarkan murid yang melakukan kekerasan.

Baca selebihnya »

Kejahatan Perkosaan dan Pembunuhan oleh Supir Angkot

Sekarang begitu mudah para penjahat menjadi sopir angkutan umum entah itu jadi supir taxi atau pun supir angkot.

Mereka bukan cuma memeras dan merampok penumpangnya. Tapi juga memperkosa dan membunuh penumpangnya.

Sepertinya Pemerintah dan juga operator angkutan umum tidak melakukan seleksi terhadap para sopir sehingga para penjahat bebas jadi supir. Sanksi dan hukuman pun tidak tegas sehingga kejahatan terjadi berulang-kali.

Baca selebihnya »

Ingin Berjihad untuk TV yang Mendidik dan Islami?

Jika anda ingin berjihad untuk TV yang mendidik dan Islami, anda tidak perlu membuang waktu, dan tenaga serta resiko leher terpenggal sebagaimana yang dilakukan para Mujahid Islam di zaman Nabi dan para sahabat. Cukup luangkan waktu sejenak untuk mengklik:

Kemudian klik “PILIH”, DAN “LIKE”. Lebih baik lagi anda klik “TWEET” dan “Sharing” ke blog2 anda atau menyebarluaskan tulisan ini ke berbagai milis Islam.
Insya Allah cukup mudah. Cuma kurang dari 5 menit dan sekedar menggerakkan Baca selebihnya »

Antrian Masuk Pintu Tol Sebabkan Macet di Jalan Gatot Soebroto

Antrian mobil di pintu tol sepanjang jalan Semanggi, Kuningan, dan Pancoran merupakan sumber kemacetan saat pulang kantor (jam 6 sore). Setelah lewat pintu tol, jalan terasa lengang. Harusnya di saat macet, bebaskan pembayaran di pintu tol masuk sehingga mereka bisa langsung masuk tol dan tidak bikin macet jalan.

Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya, Kombes Condro Kirono mengusulkan agar beberapa pintu tol ditutup karena dianggap menyebabkan kemacetan akibat antrean kendaraan. Pintu masuk tol yang diusulkan ditutup tersebut adalah pintu keluar Tol Semanggi 2, pintu masuk Tol Semanggi 1, dan pintu masuk Tol Tebet 2 (Detik.com).

Baca selebihnya »

Gerakan Hemat Energi + Tambah Daya Gratis PLN = Kebohongan Publik?

Pemerintah kerap menghimbau rakyatnya untuk menghemat energi, hemat listrik, dan sebagainya yang ujung-ujungnya adalah kenaikan tarif BBM atau listrik. Iklan “Hemat Listrik” puluhan milyar rupiah lebih digelar di berbagai TV Swasta.

Listrik PLN sering byar-pet/padam dengan alasan PLN kekurangan uang untuk memberi energi yang cukup. Rakyat dihimbah hemat listrik dan pemadaman listrik bergilir dilakukan. Ujung-ujungnya juga sebenarnya ingin harganya naik.

Tapi aneh sekali, sekarang kok PLN menawari pemakai listrik 450 watt dan 900 watt untuk tambah daya ke 1300 watt dan 2200 watt gratis hingga akhir 2011?

Baca selebihnya »

Banyak Pekerjaan Tak Layak dan Unik di Indonesia

Sebetulnya di Indonesia itu sudah banyak pekerjaan yg mungkin tak layak yg tak ada di negara lain.

Contohnya tukang ganjel ban di tanjakan Nagrek Garut, tukang lap kaca mobil waktu hujan, ojek payung di waktu hujan, tukang parkir, tukang servis payung, Mr Cepek, tukang ojek, joki 3 in 1, Pengamen Bis Kota, dsb.

Indonesia harus punya pemimpin yg punya visi ke depan seperti Mahathir Mohammad atau BJ Habibie. Cuma mayoritas rakyat Indonesia itu sukanya pemimpin yang gagah, ganteng, dsb. Tidak peduli dgn otak, visi, dan misi pemimpinnya…:)

Baca selebihnya »

Iran: Embargo Membawa Mandiri/Swasembada

Pesawat tempur Republik Islam Iran Saeqeh

Di atas pesawat tempur Saeqeh buatan Iran

Kalau dulu ada buku “Sengsara Membawa Nikmat”, maka embargo yang diterapkan AS dan sekutunya terhadap Iran justru membuat Iran bisa berswasembada dengan memproduksi sendiri kebutuhan mereka. Bahkan mereka siap mengekspor produk yang semula diembargo AS tersebut.

Sebaliknya Indonesia yang sering membeli produk-produk luar ketimbang membuat sendiri, akhirnya harus membeli produk-produk tersebut dengan harga 3-4 x lipat lebih mahal dibanding membuat sendiri. Ini pun jika diembargo, produk-produk tersebut tidak bisa berjalan karena tidak ada suku cadangnya.

Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.